5 Tanda Malam Lailatul Qadr, Perhatikan Alam

GRITALK.COM – Lailatul Qadr, atau Malam Kemuliaan, adalah salah satu malam paling suci dalam kalender Islam. Malam tersebut untuk memperingati turunnya Al-Qur’an untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad (saw).
Pahala ibadah pada malam ini melebihi pahala seribu bulan, dan kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah guna memaksimalkan ganjaran. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 1–5)
Umat Muslim di seluruh dunia mencari tanda-tanda Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Meskipun tanggal pastinya dirahasiakan, Al-Qur’an dan hadis-hadis menyoroti tanda-tanda utama Lailatul Qadr untuk membantu kita mengenali malam yang penuh kemuliaan ini. Di antaranya adalah tanda-tanda cuaca yang dapat menjadi isyarat halus untuk direnungkan. Disadur dari islamic-relief.org.uk berikut lima tanda Lailatul Qadr:
Tanda 1: Malam yang tenang dan damai
Salah satu tanda yang paling dikenal dari Lailatul Qadr adalah ketenangan dan kedamaian malamnya. Nabi Muhammad (saw) bersabda:
“Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan menyenangkan, tidak panas dan tidak dingin, dan matahari terbit pada paginya dalam keadaan lemah dan kemerah-merahan.”
(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)
Ketenangan ini dirasakan baik di lingkungan sekitar maupun di dalam hati orang-orang yang mencari tanda-tanda Lailatul Qadr.
Kita juga mungkin merasakan kedamaian batin dan kedekatan dengan Allah saat memperbanyak ibadah.
Tanda 2: Matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan
Menurut hadis, pagi setelah Lailatul Qadr dapat ditandai dengan terbitnya matahari yang berbeda dari biasanya.
Nabi Muhammad (saw) bersabda:
“Matahari terbit pada pagi hari Lailatul Qadr tanpa sinar (yang menyilaukan), seolah-olah seperti bejana tembaga, hingga ia naik tinggi.”
(HR. Muslim)
Matahari tampak lembut tanpa pancaran sinar yang tajam seperti biasanya. Ini dianggap sebagai tanda bahwa Lailatul Qadr telah berlalu.
Sebagian ulama menjelaskan hal ini sebagai refleksi dari keberkahan dan rahmat para malaikat yang turun pada malam tersebut.
Tanda 3: Isyarat cuaca yang lembut
Hujan atau angin sejuk juga bisa dikaitkan dengan Lailatul Qadr.
Diriwayatkan oleh Abu Salamah bahwa Nabi (saw) bersabda:
“Aku diberitahu tentang (tanggal) Lailatul Qadr, tetapi aku dibuat lupa akan hal itu; maka carilah ia pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan. (Dalam mimpi) aku melihat diriku sujud di atas tanah yang berlumpur dan berair (sebagai tanda).”
(HR. Bukhari)
Ini menunjukkan bahwa turunnya hujan, meskipun bukan tanda yang pasti, bisa terjadi pada malam yang penuh berkah ini dan menambah suasana ketenangan.
Tanda 4: Malam penuh kedamaian
Allah menggambarkan Lailatul Qadr dalam Al-Qur’an sebagai malam yang penuh kedamaian:
“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 5)
Kedamaian ini tidak hanya terbatas pada suasana fisik, tetapi juga dirasakan dalam hati banyak orang ketika mereka meningkatkan ibadah.
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Al-Qadr: 4)
Ketenangan malam tersebut mencerminkan makna spiritualnya serta limpahan keberkahan yang dibawanya.
Tanda 5: Penampakan bulan
Tanda lain dari Lailatul Qadr adalah penampakan bulan.
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda:
“Siapa di antara kalian yang mengingat malam ketika bulan terbit seperti sepotong piring?”
(HR. Muslim)
Deskripsi khas ini menunjukkan keistimewaan malam tersebut. Penampakan bulan menjadi pengingat halus akan kesucian Lailatul Qadr dan mendorong kaum Muslimin untuk meningkatkan ibadah.
Mencari keberkahan Lailatul Qadr
Lailatul Qadr adalah malam dengan keberkahan dan pahala yang tak tertandingi. Tanda-tandanya membantu kita mengenali malam yang suci ini.
Menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh kesungguhan akan memastikan kita tidak melewatkan malam yang penuh makna, rahmat, dan ampunan Allah ini.