Kata Dokter Kurang-Kurangin deh Ngopi Saat Ramadan

GRITALK.COM – Di Pontianak tempatnya seribu warkop dan coffeeshop, ngopi itu seperti ritual yang harus dilakukan setiap hari. Kalo ndak ngopi, ndak kenak.. katenye gitu.
Nah, bagaimana ngopi di saat bulan suci Ramadan ini? Menurut dokter, apabila tiba-tiba menghentikan konsumsi kopi, teh, atau minuman energi mungkin akan mengalami kelelahan, sakit kepala, atau mudah tersinggung.
Untuk mengantisipasi hal ini, para ahli medis menyarankan agar konsumsi minuman tersebut dikurangi secara bertahap sebelum Ramadan, seperti yang disampaikan kepada gulfnews.com.
Kafein merupakan diuretik ringan yang dapat meningkatkan pengeluaran air dan garam selama berpuasa, sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi dan menurunkan energi jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kenapa sih perlu mengurangi kafein?
Menurut Dr. Faisal Arshad, Spesialis Kedokteran Keluarga di Lifecare Hospital, Musaffah, kafein adalah stimulan alami yang meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah. Meski dapat meningkatkan energi dan konsentrasi, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kegelisahan, jantung berdebar, dan insomnia. Konsumsi dalam dosis tinggi secara rutin juga dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikologis.
Menghentikan kafein secara mendadak, terutama saat berpuasa, dapat memicu gejala putus kafein seperti sakit kepala, kelelahan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, bahkan nyeri otot.
Gejala umum putus kafein
Menurut Dr. Javeed Ashfaque, Spesialis Penyakit Dalam di Prime Medical Center, Al Barari, Dubai, gejala putus kafein biasanya mulai muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi terakhir, mencapai puncaknya antara 20 hingga 51 jam, dan dapat berlangsung selama 2 hingga 9 hari, bahkan hingga dua minggu pada konsumen berat.
Gejala yang umum meliputi sakit kepala (sering berdenyut), kelelahan atau mengantuk, mudah tersinggung dan perubahan suasana hati, sulit berkonsentrasi (brain fog), kaku otot atau sensasi seperti flu, serta mual atau gangguan lambung.
Cara aman mengurangi kafein
Kedua dokter tersebut merekomendasikan pendekatan pengurangan secara bertahap jauh sebelum Ramadan.
• Kurangi konsumsi secara perlahan: Pangkas 25 hingga 50 persen asupan kafein harian setiap beberapa hari. Misalnya, jika biasa minum tiga cangkir kopi, kurangi menjadi dua selama beberapa hari, lalu menjadi satu.
• Campur dengan kopi tanpa kafein: Campuran 50/50 antara kopi biasa dan kopi tanpa kafein tetap mempertahankan rasa, tetapi menurunkan kadar kafein.
• Beralih ke alternatif berkafein rendah: Ganti kopi yang kuat dengan teh, atau teh berkafein tinggi dengan teh hijau atau teh putih yang lebih ringan.
• Hindari penghentian mendadak, minuman energi tinggi gula, atau kurang tidur, karena dapat memperburuk gejala putus kafein.