• Home  
  • SMA Negeri 1 Toho Terbakar, Disdikbud Kalbar Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan
- Kalbar

SMA Negeri 1 Toho Terbakar, Disdikbud Kalbar Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat menyusun langkah penanganan pascakebakaran yang melanda SMA Negeri 1 Toho, Kabupaten Mempawah. Selain memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung, pemerintah juga akan mengusulkan revitalisasi darurat terhadap bangunan yang terdampak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya telah meninjau […]

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat menyusun langkah penanganan pascakebakaran yang melanda SMA Negeri 1 Toho, Kabupaten Mempawah. Selain memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung, pemerintah juga akan mengusulkan revitalisasi darurat terhadap bangunan yang terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan kondisi sekolah sekaligus menyiapkan langkah lanjutan.

Menurut Faisal, bangunan yang terdampak berada di kawasan perkantoran sekolah, meliputi ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang bimbingan konseling (BK), serta sejumlah ruang administrasi lainnya. Sementara itu, ruang kelas siswa tidak terbakar, meski sebagian atap mengalami dampak akibat peristiwa tersebut.

“Bagian yang terdampak berada di area depan, meliputi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ruang bimbingan konseling, serta beberapa ruang administrasi lainnya. Untuk ruang kelas aman, namun terdampak di bagian atap,” ujarnya.

Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, Disdikbud Kalbar menetapkan siswa kelas X dan XI mengikuti pembelajaran dari rumah pada minggu pertama. Setelah siswa kelas XII menyelesaikan ujian dan aktivitas belajar berakhir, ruang kelas yang tersedia akan dimanfaatkan sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali berjalan normal.

“Setelah kelas XII selesai ujian dan tidak ada lagi aktivitas belajar, maka kelas X dan XI akan kembali belajar normal seperti biasa di sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, Disdikbud Kalbar juga akan berkoordinasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) untuk mengusulkan revitalisasi darurat kepada Direktorat PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah serta Direktorat SMA. Usulan tersebut akan diajukan setelah libur Nyepi dan Idulfitri.

Sementara itu, berdasarkan informasi awal, kebakaran yang terjadi pada Kamis (19/3/2026) dini hari diduga dipicu korsleting listrik. Api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke ruang kelas, sehingga aktivitas pendidikan masih dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, di antaranya ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang BK, ruang tata usaha, dan gudang. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.