• Home  
  • Hari Pertama Sekolah, Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Mengantar Anak demi Wujudkan Generasi Emas 2045
- Uncategorized

Hari Pertama Sekolah, Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Mengantar Anak demi Wujudkan Generasi Emas 2045

PONTIANAK – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 3 Pontianak, Senin (13/7/2026). Sejumlah orang tua, khususnya para ayah, tampak mengantar dan mendampingi anak-anak mereka memasuki gerbang sekolah sebagai bentuk dukungan dalam mengawali tahun ajaran baru. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., turut […]

PONTIANAK – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 3 Pontianak, Senin (13/7/2026). Sejumlah orang tua, khususnya para ayah, tampak mengantar dan mendampingi anak-anak mereka memasuki gerbang sekolah sebagai bentuk dukungan dalam mengawali tahun ajaran baru.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., turut hadir dan ikut mengantar anak ke sekolah. Kehadirannya menjadi simbol sekaligus teladan pentingnya peran ayah dalam mendampingi pendidikan dan tumbuh kembang anak sejak dini.

Harisson menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak melalui surat edaran kepada seluruh kepala SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

“Gerakan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam mendampingi anak, khususnya pada momen penting di hari pertama sekolah. Kehadiran ayah bukan sekadar mengantar, tetapi juga memberikan dukungan emosional yang berarti bagi anak,” ujarnya.

Menurut Harisson, kehadiran ayah di hari pertama sekolah mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kepercayaan diri anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru. Dukungan emosional tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam membangun kesiapan mental anak untuk mengikuti proses pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua harus terus diperkuat melalui keterlibatan seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, dalam proses pengasuhan.

“Melalui Gerakan GAMAS ini, kita ingin membangun budaya pengasuhan yang lebih kolaboratif. Keterlibatan ayah diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar anak, memperkuat karakter, serta menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Harisson berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan ayah sejak dini merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.