• Home  
  • Buka Rakerda HIPMI Kalbar, Ria Norsan Dorong Pengusaha Muda Jadi Penggerak Ekonomi
- Kalbar

Buka Rakerda HIPMI Kalbar, Ria Norsan Dorong Pengusaha Muda Jadi Penggerak Ekonomi

KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat untuk membangun ekosistem bisnis yang mengedepankan kolaborasi, integritas, dan daya saing. Menurutnya, pengusaha muda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan semangat saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan […]

KUBU RAYA – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat untuk membangun ekosistem bisnis yang mengedepankan kolaborasi, integritas, dan daya saing. Menurutnya, pengusaha muda harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan semangat saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Kencana Hotel Alimore, Kubu Raya, Selasa (19/5/2026).

Mengusung tema “Youpreneur HIPMI Kalbar: Cuan Cerdas, Bisnis Berkualitas”, kegiatan itu dihadiri Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo, Ketua Umum BPD HIPMI Kalbar Aditya Setiawan, anggota DPR RI, jajaran pengurus HIPMI, serta ratusan pengusaha muda dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Ria Norsan menegaskan bahwa keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan peluang usaha, tetapi juga karakter yang kuat. Ia menyebut mental pantang menyerah, kedisiplinan, dan kejujuran sebagai tiga fondasi utama yang harus dimiliki setiap pelaku usaha.

“Pengusaha harus memiliki mental baja, disiplin dalam menjalankan usaha, dan menjunjung tinggi kejujuran. Ketiga hal itu menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis,” tegas Norsan.

Ia juga mengingatkan agar para pengusaha muda mengubah pola pikir kompetitif menjadi kolaboratif. Menurutnya, sinergi antarpelaku usaha akan membuka lebih banyak peluang dibandingkan persaingan yang tidak sehat.

“Jangan melihat sesama pengusaha sebagai lawan. Jadikan mereka mitra bisnis yang bisa saling mendukung, bertukar peluang, dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur turut memaparkan kondisi ekonomi Kalimantan Barat yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan pertama 2026 tercatat mencapai 6,14 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 5,39 persen, sekaligus menempatkan Kalbar pada posisi kedelapan nasional.

Selain itu, Kalbar juga berhasil mempertahankan inflasi di angka 2,50 persen serta meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai provinsi dengan pengelolaan keuangan terbaik di Pulau Kalimantan.

Menurut Norsan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha yang terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus membuka ruang kolaborasi dengan HIPMI dan pelaku usaha. Kami siap memberikan pendampingan agar para pengusaha, khususnya UMKM, dapat berkembang dan naik kelas,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Kalbar, Aditya Setiawan, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Ia menilai Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertambangan, hingga industri hilir yang harus mampu dimanfaatkan oleh pengusaha lokal.

“Kami ingin pengusaha Kalbar menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Potensi yang kita miliki harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo. Ia menyebut HIPMI bukan hanya organisasi pengusaha, tetapi juga wadah mencetak pemimpin ekonomi masa depan yang siap mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Ia turut mengapresiasi keberhasilan Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional dan berharap sinergi antara pemerintah dan HIPMI terus diperkuat.

Melalui pelaksanaan Rakerda, Diklatda, dan Forbisda 2026, HIPMI Kalimantan Barat menegaskan komitmennya membangun pengusaha muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.