• Home  
  • Karhutla di Rasau Jaya Kubu Raya Masuk Hari Ketiga, BPBD Kalbar Fokus Cegah Api Merambat ke Permukiman
- Kalbar

Karhutla di Rasau Jaya Kubu Raya Masuk Hari Ketiga, BPBD Kalbar Fokus Cegah Api Merambat ke Permukiman

  KUBU RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Selain melakukan pemadaman, petugas juga membangun sekat pemadaman (fire blocking) untuk mencegah api meluas ke kawasan yang berpotensi terbakar. Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan […]

 

KUBU RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Selain melakukan pemadaman, petugas juga membangun sekat pemadaman (fire blocking) untuk mencegah api meluas ke kawasan yang berpotensi terbakar.

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan kebakaran di wilayah Kubu Raya telah berlangsung selama tiga hari sehingga penanganan dilakukan secara intensif agar kobaran api tidak meluas.

“Kebakaran ini berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan sudah berlangsung sekitar tiga hari. Fokus kami saat ini melakukan pemblokiran di area kebakaran untuk mencegah api merambat ke kawasan lain yang memiliki potensi tinggi mengalami karhutla,” ujar Daniel.

Menurutnya, karakteristik lahan di sekitar lokasi didominasi kawasan yang rawan terbakar saat musim kemarau. Karena itu, strategi pemadaman tidak hanya difokuskan pada titik api, tetapi juga dilakukan dengan membatasi jalur penyebaran api agar tidak meluas.

Daniel mengungkapkan, meskipun pada hari pemantauan jumlah titik panas yang terdeteksi melalui satelit mengalami penurunan, kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Sebab, masih ditemukan titik kebakaran berdasarkan hasil patroli langsung yang dilakukan tim di lapangan.

“Hari ini memang jumlah hotspot yang terdeteksi satelit tidak sebanyak sebelumnya. Namun, saat patroli kami tetap menemukan adanya titik kebakaran. Artinya, kewaspadaan harus terus ditingkatkan karena tidak semua kejadian dapat langsung terdeteksi melalui pemantauan satelit,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal musim kemarau, termasuk menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Dengan status tersebut, penanganan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, hingga relawan.

“Kami telah melakukan langkah antisipatif sejak jauh hari dengan menetapkan status siaga darurat karhutla. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh pemangku kepentingan agar respons di lapangan lebih cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Dalam pelaksanaan operasi, BPBD Kalbar mengutamakan pengerahan satuan tugas darat karena dinilai lebih efektif menjangkau titik kebakaran yang masih dapat diakses serta memiliki sumber air di sekitar lokasi.

Sementara itu, dukungan operasi udara akan dikerahkan apabila kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau membutuhkan penanganan yang lebih cepat.

“Satgas darat tetap menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla. Namun apabila akses menuju lokasi sulit atau kondisi api semakin meluas, kami akan mengoptimalkan dukungan satgas udara agar proses pemadaman berjalan lebih efektif,” pungkas Daniel.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.