• Home  
  • BPBD Kalbar Optimalkan Armada Udara untuk Deteksi Dini dan Pemadaman Karhutla
- Kalbar

BPBD Kalbar Optimalkan Armada Udara untuk Deteksi Dini dan Pemadaman Karhutla

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan armada udara untuk mendukung patroli, pemantauan, hingga operasi pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan meskipun belum terdapat operasi pemadaman skala besar dalam laporan […]

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan armada udara untuk mendukung patroli, pemantauan, hingga operasi pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan meskipun belum terdapat operasi pemadaman skala besar dalam laporan terbaru, seluruh sarana pendukung tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

“Seluruh armada udara tetap kami siagakan untuk mendukung patroli, pemantauan, maupun operasi pemadaman apabila terjadi kebakaran. Kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas selama musim kemarau,” ujar Daniel.

Saat ini BPBD Kalbar mengoperasikan empat helikopter serta satu unit pesawat Cessna yang disiapkan untuk mendukung patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan operasi water bombing sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B PK-NGT disiagakan untuk mendukung pelaksanaan OMC dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Sementara itu, dua helikopter patroli secara rutin melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya karhutla.

Helikopter AS350 B3e PK-DAP melaksanakan patroli udara di Kabupaten Kubu Raya dan Sambas. Sedangkan helikopter Bell 206 PK-FBI melakukan pemantauan di wilayah Kubu Raya, Sanggau, dan Landak.

Selain patroli udara, BPBD Kalbar juga menyiagakan dua helikopter untuk operasi water bombing, yakni Sikorsky UH-60A dan Super Puma H225. Kedua armada tersebut akan segera diterjunkan apabila hasil patroli udara maupun laporan dari satuan tugas darat menunjukkan adanya kebakaran yang memerlukan penanganan melalui jalur udara.

Menurut Daniel, koordinasi antara patroli udara dan satgas darat terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat dideteksi lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

“Patroli udara menjadi bagian penting dalam mendukung satgas darat. Dengan pemantauan yang dilakukan secara terus-menerus, kami berharap setiap titik api dapat segera diketahui dan ditangani secara cepat,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh BPBD kabupaten dan kota bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait juga diminta tetap melaksanakan patroli rutin di wilayah masing-masing sebagai langkah pencegahan dini.

Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih memberlakukan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla yang berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Selain di tingkat provinsi, sejumlah daerah seperti Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi juga masih menetapkan status siaga darurat karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.