Kabut Asap Belum Merata, Disdikbud Kalbar Pertimbangkan Perpanjangan Belajar Daring

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang kebijakan pembelajaran secara daring bagi sekolah di wilayah yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, kebijakan tersebut tidak akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan situasi karhutla di masing-masing wilayah sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan kualitas udara serta menerima laporan dari pemerintah kabupaten/kota.
“Kemungkinan ada perpanjangan, tapi tidak seluruh kabupaten. Kita lihat beberapa daerah sudah membaik dan laporan dari masing-masing kabupaten/kota malah meminta belajar luring,” ujar Syarif Faisal usai mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (17/8/2026).
Menurut Syarif, sejumlah daerah mulai menunjukkan kondisi yang lebih kondusif sehingga pembelajaran tatap muka berpeluang kembali dilaksanakan.
Salah satunya Kabupaten Kayong Utara. Di daerah tersebut, pemerintah daerah telah melakukan pembahasan bersama orang tua siswa, kepala sekolah, komite sekolah, dan tokoh masyarakat terkait pelaksanaan kembali pembelajaran secara luring.
“Di Kayong Utara sudah rapat, orang tua, kepala sekolah, kepala komite, tokoh masyarakat, malah situasinya sudah kondusif. Singkawang juga sudah hujan dan kemungkinan hari ini membaik,” jelasnya.
Meski demikian, Disdikbud Kalbar masih memberikan perhatian terhadap sejumlah daerah yang kondisi kualitas udaranya belum sepenuhnya membaik. Beberapa wilayah masih ditemukan titik api yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan peserta didik.
Syarif menyebut wilayah yang masih dalam pemantauan di antaranya Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya.
“Pantauan kita yang masih itu di Melawi, Pontianak, Mempawah, Kubu Raya. Di beberapa tempat masih banyak titik api, tapi kita pantau kualitas udaranya hari ini. Kalau tidak ada perubahan, belajar daring,” tegasnya.
Ia menambahkan, keputusan terkait pelaksanaan pembelajaran akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah tidak ingin kebijakan diberlakukan secara seragam apabila kondisi setiap daerah berbeda.
Dengan demikian, sekolah di wilayah yang kualitas udaranya sudah membaik berpeluang kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, sementara daerah yang masih terdampak kabut asap dapat melanjutkan pembelajaran secara daring.
Disdikbud Kalbar memastikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran di tengah kondisi karhutla



