Festival Budaya Kalbar Siapkan Beragam Kegiatan, Libatkan Ribuan Peserta

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan rangkaian kegiatan seni dan budaya yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas hingga lembaga adat dari berbagai daerah di Kalbar.
Beragam kegiatan tersebut dikemas dalam agenda festival budaya, mulai dari karnaval budaya, parade busana adat, festival kuliner tradisional, olahraga tradisional hingga perlombaan seni bagi pelajar dan masyarakat umum.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberagaman budaya yang dimiliki Kalimantan Barat.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai dan ikut melestarikan budaya daerah. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga menjadi pengalaman langsung bagi mereka untuk terlibat dalam kegiatan seni dan budaya,” ujar Syarif Faisal.
Salah satu agenda utama yakni Karnaval Budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Pesertanya berasal dari sanggar seni, komunitas budaya, lembaga adat kabupaten/kota, perangkat daerah Provinsi Kalimantan Barat, instansi vertikal hingga peserta didik SMA dan SMK se-Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 2.000 peserta yang akan menampilkan keberagaman budaya dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Selain karnaval, festival juga menghadirkan Lomba Parade Baju Adat Kreasi dan Busana Karnaval. Perlombaan ini terbagi dalam kategori busana adat kreasi berpasangan dan busana kreasi karnaval dengan peserta dari sanggar seni, komunitas budaya, lembaga adat, organisasi perangkat daerah (OPD) serta masyarakat umum.
“Harapannya kreativitas masyarakat dalam mengembangkan busana tradisional tetap memiliki akar budaya yang kuat. Jadi ada inovasi, tetapi identitas dan nilai budaya daerah tetap dipertahankan,” jelas Syarif.
Kegiatan lainnya yakni Festival Kuliner Tradisional yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK sederajat se-Kalimantan Barat. Para peserta akan menyajikan menu lengkap khas daerah yang merepresentasikan kabupaten/kota tertentu di Kalbar.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya dituntut mampu menyajikan makanan, tetapi juga mengenal cerita, karakter dan kekayaan kuliner tradisional dari daerah yang mereka wakili.
Rangkaian kegiatan juga memberikan ruang bagi pelestarian permainan dan olahraga tradisional melalui Lomba Terompah Putra dan Putri tingkat SMA/SMK se-Kalimantan Barat.
Menurut Syarif, olahraga tradisional memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan, kekompakan dan sportivitas di kalangan generasi muda.
“Olahraga tradisional seperti terompah ini sederhana, tetapi mengajarkan kekompakan dan kerja sama. Nilai-nilai seperti ini penting ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.
Untuk anak-anak, panitia juga menyiapkan Lomba Mewarnai yang terbagi dalam dua kategori, yakni siswa kelas 1 hingga kelas 3 serta kelas 4 hingga kelas 6.
Sementara bagi pelajar SMA/SMK sederajat, tersedia Lomba Melukis yang akan dilaksanakan di kawasan Waterfront Pontianak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan kreativitas sekaligus mengangkat tema dan kekayaan budaya Kalimantan Barat melalui karya seni.
Tidak hanya seni rupa, festival turut menghadirkan Festival Kesenian Tradisional bertajuk Musik Dua Warna. Kegiatan ini terbuka bagi peserta umum dengan konsep penciptaan aransemen musik yang memadukan unsur musik etnik tradisional dan musik modern.
Perpaduan tersebut diharapkan mampu melahirkan karya musik yang kreatif dan inovatif tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Syarif menegaskan, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya akan lebih kuat apabila generasi muda diberikan ruang untuk berkreasi dan terlibat secara langsung.
“Kita ingin budaya daerah tidak hanya dikenal oleh generasi terdahulu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan generasi muda sekarang. Karena itu, kita berikan ruang untuk mereka berkreasi, berkompetisi dan memperkenalkan budaya Kalimantan Barat dengan cara yang lebih kreatif,” pungkasnya.
Melalui berbagai agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap festival budaya dapat menjadi wadah untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalbar kepada masyarakat yang lebih luas.



