Jika Tak Ada Ekskul yang Sesuai, Dikbud Kalbar Dorong Bentuk Klub Baru

PONTIANAK – Peserta didik di Kalimantan Barat didorong untuk lebih aktif mengembangkan minat dan bakat selama berada di lingkungan sekolah. Bahkan, siswa yang belum menemukan kegiatan ekstrakurikuler sesuai ketertarikannya dapat berinisiatif membentuk klub baru bersama teman-temannya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan sekolah perlu memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan pembelajaran akademik.
Menurutnya, setiap siswa memiliki ketertarikan dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, kegiatan pengembangan diri di sekolah tidak harus terbatas pada ekstrakurikuler yang sudah tersedia.
“Sekolah harus bisa mengenalkan kepada peserta didik apa saja potensi yang dapat mereka kembangkan. Kalau belum terakomodasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, mereka bisa berdiskusi dengan teman-temannya untuk membentuk klub yang nantinya dapat berkembang menjadi ekstrakurikuler,” katanya.
Faisal menyebut pembentukan klub dapat menjadi salah satu cara bagi siswa untuk belajar berinisiatif, bekerja sama, sekaligus mengembangkan kemampuan sesuai minat mereka.
Klub tersebut nantinya dapat berkembang menjadi wadah kegiatan yang lebih terstruktur apabila mendapat dukungan dari pihak sekolah.
Menurut Faisal, pengenalan terhadap berbagai potensi tersebut juga dapat dimulai sejak pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
MPLS tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan fasilitas dan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengetahui berbagai kegiatan yang dapat mereka ikuti selama bersekolah.
“Kami sudah menegaskan kembali melalui surat kepada seluruh sekolah bahwa pelaksanaan MPLS harus mengikuti ketentuan yang ada. MPLS harus berjalan secara ramah dan kami arahkan untuk lebih membentuk karakter peserta didik,” ujar Faisal usai melakukan monitoring MPLS di SMA Negeri 4 Pontianak, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menegaskan pelaksanaan MPLS di SMA, SMK, dan SLB di Kalbar harus berlangsung secara ramah, edukatif, inklusif, serta bebas dari praktik perpeloncoan.
Faisal berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi siswa untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan lainnya.
Dengan tersedianya ruang tersebut, siswa diharapkan dapat lebih percaya diri dalam mengeksplorasi minat, membangun kreativitas, serta menemukan kegiatan positif yang sesuai dengan potensi mereka.



