• Home  
  • Pemprov Kalbar Dorong Pembangunan SMA Baru dan Sekolah Berasrama di Daerah Terpencil
- Kalbar

Pemprov Kalbar Dorong Pembangunan SMA Baru dan Sekolah Berasrama di Daerah Terpencil

  MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas akses pendidikan menengah melalui pembangunan sekolah baru dan pengembangan konsep sekolah berasrama di wilayah yang masih sulit dijangkau masyarakat. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan masih terdapat sejumlah daerah yang belum memiliki layanan pendidikan jenjang SMA sehingga menyulitkan siswa untuk melanjutkan pendidikan. Salah satunya berada di […]

 

MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas akses pendidikan menengah melalui pembangunan sekolah baru dan pengembangan konsep sekolah berasrama di wilayah yang masih sulit dijangkau masyarakat.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan masih terdapat sejumlah daerah yang belum memiliki layanan pendidikan jenjang SMA sehingga menyulitkan siswa untuk melanjutkan pendidikan. Salah satunya berada di Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena jarak tempuh yang jauh kerap menjadi kendala bagi pelajar untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat menengah.

“Anak-anak harus memiliki akses pendidikan yang lebih dekat dan mudah. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan sekolah di wilayah yang memang masih membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Melawi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan SMA baru di Kecamatan Ella Hilir. Pemprov Kalbar menyambut baik dukungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan.

Selain pembangunan sekolah baru, Pemprov Kalbar juga akan mengembangkan konsep sekolah berasrama di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Model tersebut dinilai mampu menjadi solusi bagi siswa yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah.

Ria Norsan menjelaskan, konsep sekolah berasrama sebelumnya telah diterapkan di Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, dan memberikan dampak positif terhadap kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat setempat.

“Melalui sekolah berasrama, siswa dapat lebih fokus belajar tanpa terkendala jarak tempuh setiap hari. Konsep ini akan terus kami dorong di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” katanya.

Menurut Ria Norsan, perluasan akses pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Semakin banyak anak yang dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA, semakin besar peluang daerah memiliki tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam memperluas layanan pendidikan, meningkatkan fasilitas sekolah, serta memastikan setiap anak, termasuk yang tinggal di daerah pedalaman dan perbatasan, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.