• Home  
  • Disdikbud Kalbar Dorong Pelestarian Budaya Lokal Jadi Bagian Pendidikan Karakter
- Kalbar

Disdikbud Kalbar Dorong Pelestarian Budaya Lokal Jadi Bagian Pendidikan Karakter

LANDAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah. Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, […]

LANDAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah.

Komitmen itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Landak, Rabu (4/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Sengah Temila serta mengunjungi Rumah Betang Saham, salah satu cagar budaya masyarakat Dayak yang menjadi simbol warisan budaya di Kabupaten Landak.

Menurut Faisal, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik melalui pengenalan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal.

“Pendidikan yang baik harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal. Karena itu, pelestarian budaya daerah juga menjadi perhatian kami agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah sejak dini. Dengan mengenalkan sejarah, adat istiadat, dan tradisi lokal dalam proses pendidikan, peserta didik diharapkan memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu menjaga keberagaman budaya Kalimantan Barat.

Selain meninjau situs budaya, Faisal juga berdialog dengan kepala sekolah dan dewan guru SMA Negeri 3 Sengah Temila guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana hingga tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran.

“Kami ingin mendengar langsung kondisi di lapangan, baik terkait kebutuhan sekolah maupun tantangan dalam proses belajar mengajar. Dengan komunikasi yang baik, solusi yang tepat juga dapat dirumuskan bersama,” katanya.

Disdikbud Kalbar menilai penguatan pendidikan dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan. Sinergi keduanya diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.