• Home  
  • BPBD Kalbar Soroti Drainase Tersumbat, Genangan di Pontianak Surut Lebih Lambat
- Kalbar

BPBD Kalbar Soroti Drainase Tersumbat, Genangan di Pontianak Surut Lebih Lambat

PONTIANAK,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menemukan penyumbatan drainase dan pendangkalan saluran air menjadi salah satu faktor yang memperlambat surutnya banjir dan genangan di sejumlah titik di Kota Pontianak usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam 15 Juni hingga siang 16 Juni 2026.   Temuan tersebut diperoleh setelah […]

PONTIANAK,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menemukan penyumbatan drainase dan pendangkalan saluran air menjadi salah satu faktor yang memperlambat surutnya banjir dan genangan di sejumlah titik di Kota Pontianak usai hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam 15 Juni hingga siang 16 Juni 2026.

 

Temuan tersebut diperoleh setelah Tim Patroli BPBD Kalbar melakukan pemantauan langsung di sejumlah ruas jalan dan kawasan yang terdampak genangan, Selasa (16/6/2026). Lokasi yang dipantau meliputi Jalan Ahmad Yani, Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pintu Air Ramayana, Jalan Gajah Mada, Jalan WR Supratman, Jalan Suprapto, Jalan Purnama, Jalan M. Sohor, Pasar Flamboyan, hingga Pasar Mawar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Judan, mengatakan hasil patroli menunjukkan sebagian besar genangan telah berangsur surut. Namun, masih terdapat beberapa titik yang tergenang, terutama di kawasan drainase dan saluran air yang bermuara ke Pintu Air Tanjungpura.

“Hasil pemantauan kami menunjukkan genangan mulai berkurang di sebagian besar ruas jalan. Namun, masih ada beberapa titik yang belum surut karena kapasitas drainase terbatas dan aliran air menuju saluran utama belum berjalan optimal,” ujar Judan.

 

Menurut Judan, tingginya curah hujan menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan genangan. Meski demikian, kondisi infrastruktur drainase turut memengaruhi lambatnya proses surut air.

 

Tim patroli menemukan sejumlah saluran drainase mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi. Selain itu, beberapa parit dan saluran yang mengarah ke Pintu Air Tanjungpura juga mengalami pendangkalan sehingga mengurangi kapasitas aliran saat menerima debit air yang tinggi.

“Selain curah hujan, kami menemukan adanya penyumbatan drainase dan pendangkalan saluran yang menyebabkan air tidak dapat mengalir secara maksimal. Kondisi ini membuat genangan bertahan lebih lama di beberapa lokasi,” jelas Judan.

 

BPBD Kalbar merekomendasikan agar dilakukan pembersihan saluran drainase secara berkala, normalisasi dan pengerukan sedimentasi pada parit serta saluran air, serta peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat kapasitas drainase perkotaan.

 

Selain itu, pemantauan akan terus dilakukan pada titik-titik yang masih tergenang guna mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air.

 

Judan juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung kelancaran sistem drainase sehingga risiko banjir dan genangan dapat diminimalkan.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran drainase tetap bersih. Penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar risiko genangan dapat dikurangi,” pungkas Judan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.