• Home  
  • Luas Karhutla Tertinggi, Tiga Kabupaten Jadi Prioritas Patroli BPBD Kalbar
- Kalbar

Luas Karhutla Tertinggi, Tiga Kabupaten Jadi Prioritas Patroli BPBD Kalbar

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memfokuskan patroli dan pemantauan di tiga kabupaten penyumbang luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar selama periode Januari hingga Juni 2026, yakni Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah.   Berdasarkan data BPBD Kalbar, Kabupaten Ketapang mencatat luas lahan terbakar terbesar, disusul Kabupaten Kubu Raya dengan […]

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memfokuskan patroli dan pemantauan di tiga kabupaten penyumbang luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar selama periode Januari hingga Juni 2026, yakni Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Mempawah.

 

Berdasarkan data BPBD Kalbar, Kabupaten Ketapang mencatat luas lahan terbakar terbesar, disusul Kabupaten Kubu Raya dengan luas mencapai 7.913,05 hektare, serta Kabupaten Mempawah. Ketiga daerah tersebut menjadi perhatian utama karena menyumbang sebagian besar total luasan karhutla di Kalimantan Barat.

 

Sementara itu, wilayah dengan tingkat karhutla kategori sedang meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Kayong Utara. Adapun daerah dengan kategori rendah yakni Kota Singkawang, Kota Pontianak, Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Sekadau.

 

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk memperkuat patroli di wilayah yang memiliki potensi kebakaran paling tinggi.

 

“Tiga wilayah dengan luasan karhutla terbesar menjadi prioritas pemantauan kami. Patroli terus dilakukan secara rutin untuk mendeteksi titik api sejak dini sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin apabila ditemukan kebakaran,” ujar Daniel.

 

Menurutnya, patroli dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah daerah, hingga relawan. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan agar kebakaran tidak meluas selama musim kemarau.

 

Selain memantau kawasan rawan, petugas juga langsung melakukan pemadaman apabila menemukan titik api di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas hingga mengancam kawasan permukiman, hutan, maupun lahan produktif milik masyarakat.

 

Daniel menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang kering membuat api sangat mudah menyebar, terutama di kawasan gambut. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko karhutla,” katanya.

 

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan.

 

“Semakin cepat informasi kami terima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Kalimantan Barat dari ancaman karhutla,” pungkas Daniel.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.