• Home  
  • BPBD Kalbar Prioritaskan Patroli Karhutla di Daerah Rawan Selama Musim Kemarau
- Kalbar

BPBD Kalbar Prioritaskan Patroli Karhutla di Daerah Rawan Selama Musim Kemarau

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memfokuskan pengawasan dan patroli intensif di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas selama musim kemarau 2026. Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan pemetaan […]

PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memfokuskan pengawasan dan patroli intensif di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas selama musim kemarau 2026.

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan pemetaan wilayah rawan menjadi dasar dalam menentukan prioritas patroli dan pengawasan di lapangan. Daerah dengan riwayat kebakaran yang tinggi mendapat perhatian lebih agar potensi munculnya titik api dapat dideteksi sedini mungkin.

“Kami memprioritaskan patroli di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pengawasan dilakukan secara rutin agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” ujar Daniel.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Kalbar selama periode Januari hingga Juni 2026, Kabupaten Ketapang, Mempawah, dan Kubu Raya menjadi wilayah dengan tingkat kejadian karhutla tertinggi. Khusus Kubu Raya, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 7.913 hektare sehingga menjadi salah satu daerah yang mendapat pengawasan khusus.

Sementara itu, Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Kayong Utara masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kerawanan sedang. Adapun Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Sekadau berada pada kategori lebih rendah, namun tetap menjadi bagian dari pemantauan rutin.

Daniel menjelaskan, patroli dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah kabupaten/kota, serta para relawan. Selain memantau kondisi lapangan, tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau.

Apabila ditemukan titik api, petugas akan segera melakukan penanganan awal untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan, perkebunan, maupun permukiman warga. Menurut Daniel, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menekan luas area yang terbakar.

BPBD Kalbar juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama di kawasan gambut.

“Kami berharap masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” kata Daniel.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga Kalimantan Barat tetap aman dari ancaman karhutla sepanjang musim kemarau.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.