PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung selama pelaksanaan program revitalisasi sejumlah sekolah pada 2026. Berbagai skema pembelajaran telah disiapkan agar proses pembangunan tidak mengurangi hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan setiap sekolah akan menerapkan pola pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan selama proses renovasi berlangsung.
“Pembelajaran tetap berjalan. Sekolah dapat menerapkan sistem pembelajaran daring atau mengatur jadwal belajar menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore, dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dapat digunakan,” ujarnya.
Menurut Faisal, fleksibilitas skema pembelajaran menjadi solusi agar aktivitas pendidikan tetap berlangsung tanpa harus menghentikan proses revitalisasi bangunan sekolah.
Program revitalisasi tahap pertama dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Sejumlah sekolah yang akan mendapatkan perbaikan infrastruktur antara lain SMA Negeri 2 Belitang Hulu, SLB Sintang, SLB Parindu, serta SMA Negeri 1 Toho yang sebelumnya mengalami kebakaran.
Selain menjaga keberlangsungan pembelajaran, Disdikbud Kalbar juga memastikan pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola. Melalui skema tersebut, sekolah diberi kewenangan menunjuk pelaksana kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara dinas berperan melakukan pendampingan serta memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Peran kami adalah memastikan sekolah dapat melaksanakan program revitalisasi dengan baik, sehingga pembangunan berjalan sesuai rencana dan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung,” jelas Faisal.
Ia berharap program revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat tanpa mengganggu proses pembelajaran siswa.

