• Home  
  • Disdikbud Kalbar Sebut Kualitas Sekolah di Daerah Kian Kompetitif, Hasil UTBK Jadi Indikator
- Kalbar

Disdikbud Kalbar Sebut Kualitas Sekolah di Daerah Kian Kompetitif, Hasil UTBK Jadi Indikator

  PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menilai pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah mulai menunjukkan perkembangan positif. Sekolah-sekolah di luar wilayah perkotaan kini dinilai mampu bersaing dalam capaian akademik, termasuk melalui hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan tren tersebut terlihat dari […]

 

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menilai pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah mulai menunjukkan perkembangan positif. Sekolah-sekolah di luar wilayah perkotaan kini dinilai mampu bersaing dalam capaian akademik, termasuk melalui hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya sekolah di kabupaten yang masuk dalam daftar sekolah dengan nilai UTBK terbaik di Kalimantan Barat.

Ia mencontohkan, pada pelaksanaan UTBK tahun sebelumnya, salah satu sekolah di Kabupaten Ketapang berhasil menembus peringkat sepuluh besar dengan nilai tertinggi di tingkat provinsi. Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak lagi terpusat di sekolah-sekolah yang berada di kota besar.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa sekolah di daerah memiliki peluang yang sama untuk berprestasi. Kesenjangan kualitas antarsekolah semakin berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu,” ujarnya usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SMA Negeri 11 Pontianak, Jumat (2/5/2026).

Faisal menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah, mulai dari peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, hingga kebijakan pemerataan akses melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait pemerataan fasilitas pendidikan, distribusi tenaga pendidik, serta pemenuhan daya tampung sekolah agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Pada peringatan Hardiknas 2026, Faisal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

“Keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Ke depan, Disdikbud Kalbar akan terus mendorong berbagai program strategis, seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas guru melalui pendidikan dan pelatihan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Kalimantan Barat sekaligus memperluas pemerataan pendidikan hingga ke seluruh wilayah provinsi.

Faisal menegaskan bahwa semangat Hari Pendidikan Nasional harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah dan masa depan generasi Kalimantan Barat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.