• Home  
  • Revitalisasi Sekolah di Kalbar Mulai Berjalan, SMA 1 Toho Jadi yang Pertama yang Dibangun
- Kalbar

Revitalisasi Sekolah di Kalbar Mulai Berjalan, SMA 1 Toho Jadi yang Pertama yang Dibangun

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Hingga pertengahan 2026, puluhan sekolah di Kalbar telah dipastikan menjadi penerima program tersebut dan sebagian di antaranya mulai memasuki tahap pembangunan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan Pemprov Kalbar telah […]

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Hingga pertengahan 2026, puluhan sekolah di Kalbar telah dipastikan menjadi penerima program tersebut dan sebagian di antaranya mulai memasuki tahap pembangunan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan Pemprov Kalbar telah mengusulkan sekitar 170 sekolah untuk mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Secara keseluruhan, sekitar 170 sekolah telah kami usulkan untuk mengikuti program revitalisasi. Saat ini prosesnya terus berjalan dan masih ada sekolah-sekolah yang dipanggil untuk mengikuti tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, hingga kini telah terkonfirmasi 32 SMA, empat Sekolah Luar Biasa (SLB), dan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penerima program revitalisasi.

Menurut Faisal, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pemerintah pusat masih melakukan proses verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang telah diusulkan.

“Sekolah yang sudah terkonfirmasi dipastikan memperoleh program revitalisasi. Kami optimistis jumlah penerima akan terus bertambah seiring proses yang sedang berlangsung,” katanya.

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi adalah SMA Negeri 1 Toho di Kabupaten Mempawah. Sekolah tersebut menjadi perhatian khusus karena sebelumnya mengalami musibah kebakaran yang mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Faisal menjelaskan, SMA Negeri 1 Toho menjadi sekolah pertama yang menerima undangan dan memulai pelaksanaan pembangunan pada tahun 2026.

“Alhamdulillah, SMA Negeri 1 Toho menjadi sekolah pertama yang diundang dan juga yang pertama memulai proses pembangunan mengingat kondisi sekolah pascakebakaran,” jelasnya.

Selain SMA Negeri 1 Toho, revitalisasi juga akan dilaksanakan di SMA Negeri 7 Pontianak dan SMA Negeri 2 Pontianak. Kedua sekolah tersebut telah dipastikan menerima program dan kini bersiap memasuki tahap pelaksanaan pembangunan.

Ia berharap program revitalisasi dapat memperbaiki kondisi infrastruktur pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.