Dinas Pertanian Singkawang Hadirkan Inovasi di RPH

GRITALK SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menghadirkan inovasi digitalisasi pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH) melalui aplikasi RPH Smart Service. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Arfani mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat yang disinkronisasikan dengan kebutuhan peningkatan layanan RPH.
Arfani memimpin langsung pertemuan bersama pihak-pihak yang terlibat, mulai dari Bank Pembangunan Daerah Bank Kalbar yang dihadiri oleh Wakil Kepala Cabang, perwakilan peternak atau pengusaha daging di Kota Singkawang hingga unsur media. Bahkan unsur perguruan tinggi di Kota Singkawang juga diundang untuk memberikan sumbang saran terkait program ini.
Menurutnya, selama ini pengelolaan RPH masih dilakukan secara sederhana dan manual. Melalui inovasi RPH Smart Service, sistem pelayanan akan ditransformasikan menjadi lebih modern, digital, dan berbasis teknologi.
Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama inovasi tersebut adalah meningkatkan PAD yang bersumber dari aktivitas pelayanan RPH. Pasalnya, selama ini realisasi pendapatan dari sektor tersebut belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah kota bersama DPRD, yakni sebesar Rp400 juta.
Kondisi ini mendorong pihaknya untuk mencari strategi dan metode baru guna mengoptimalkan potensi pendapatan dari pelayanan RPH.
“Kami berharap melalui RPH Smart Service ini dapat meningkatkan pendapatan. Selain itu, kami juga ingin semakin banyak peternak, pemotong, maupun pedagang hewan, baik sapi maupun babi, yang melakukan pemotongan di RPH,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan RPH tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjamin kesehatan dan keamanan pangan masyarakat.
Melalui pemotongan hewan di RPH, kesehatan dan keamanan hewan yang akan dikonsumsi dapat lebih terjamin. Dengan demikian, daging yang beredar di masyarakat diharapkan memenuhi aspek kesehatan, keamanan, higienitas, serta kehalalan.
Menurutnya, edukasi kepada para peternak, pemotong, pedagang, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Terlebih, produk daging beku yang berasal dari luar daerah menjadi salah satu tantangan tersendiri, terutama terkait jaminan keamanan, kesegaran, dan kehalalannya.
Sementara itu, aplikasi RPH Smart Service nantinya dapat digunakan oleh pemotong, pengguna layanan, maupun pengelola RPH. Melalui aplikasi ini, pemohon atau pemotong ternak dapat melakukan pendaftaran sebelum datang ke RPH sekaligus mengetahui jadwal dan giliran pemotongan hewan ternaknya.
Dengan sistem digital tersebut, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih sederhana, mudah, aman, responsif, dan terukur. Data mulai dari pendaftaran, pembayaran hingga evaluasi pelayanan juga dapat terdokumentasi dan ditelusuri dengan lebih baik.
Terkait penerapannya, pihaknya merencanakan peluncuran sekaligus pengaplikasian RPH Smart Service pada pertengahan hingga minggu ketiga November. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara serentak bersama sejumlah peserta PKN Tingkat II dari perangkat daerah lainnya, dengan mengundang Wali Kota Singkawang.
Melalui inovasi ini, Pemerintah Kota Singkawang berharap digitalisasi pelayanan RPH tidak hanya meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan, tetapi juga mendorong peningkatan PAD serta memberikan jaminan pangan asal hewan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.
Arfani juga memastikan terkait keluhan pengguna RPH yakni kendaraan roda tiga akan segera diperbaiki agar pengusaha yang menggunakan RPH Singkawang dapat mudah mengangkut daging potong.
Dukungan Peternak
Salah satu peserta sosialisasi, Hamidi mengakui selama ini menggunakan layanan RPH dalam menyembelih sapi sebelum diedarkan ke konsumen. Dirinya mengaku siap apabila RPH menggunakan layanan keuangan digital untuk mempermudah layanan.
Salah satu kendala yang dialami selama ini terkait fasilitas RPH menurutnya adalah kendaraan roda tiga untuk mengangkut hewan potong, dimana milik RPH yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan.
“Pelayanan pada dasarnya bagus, memang cuman fasilitasnya misalnya tossa udah memang harus diperbaiki atau diganti,” pungkasnya.




