• Home  
  • IPM Kalbar Naik ke Kategori Tinggi, Pemprov Nilai Investasi Pendidikan Mulai Berbuah Hasil
- Kalbar

IPM Kalbar Naik ke Kategori Tinggi, Pemprov Nilai Investasi Pendidikan Mulai Berbuah Hasil

  PONTIANAK – Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat menjadi 72,09 pada 2026 dinilai sebagai salah satu indikator membaiknya kualitas pembangunan di sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program yang difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan kenaikan IPM sebesar […]

 

PONTIANAK – Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat menjadi 72,09 pada 2026 dinilai sebagai salah satu indikator membaiknya kualitas pembangunan di sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program yang difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan kenaikan IPM sebesar 1,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa investasi pemerintah di bidang pendidikan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Keberhasilan pembangunan harus tercermin dari meningkatnya kualitas manusia. Karena itu, pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujarnya dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Kalbar terus menjalankan berbagai program untuk memperluas akses pendidikan. Di antaranya melalui bantuan biaya pendidikan bagi sekitar 21 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB swasta yang tersebar di 274 sekolah, sehingga peserta didik dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat transformasi digital di sekolah melalui penyediaan layanan internet gratis. Program yang semula diterapkan pada sejumlah sekolah percontohan kini diperluas secara bertahap agar lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah terpencil, memperoleh akses pembelajaran berbasis teknologi.

Meski capaian pembangunan terus meningkat, Norsan menilai masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan, terutama tingginya jumlah anak usia sekolah yang belum mengikuti pendidikan formal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjalankan Program Desa Sakti yang melibatkan pemerintah desa dalam pendataan sekaligus mendorong anak-anak kembali memperoleh layanan pendidikan. Langkah tersebut juga didukung pengembangan pendidikan kesetaraan, sekolah unggulan, serta peningkatan fasilitas pembelajaran di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan IPM Kalimantan Barat terus meningkat hingga berada pada kisaran 73,11–75 dalam beberapa tahun mendatang. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha.

Norsan optimistis berbagai program yang telah dijalankan akan memperkuat kualitas sumber daya manusia Kalimantan Barat sekaligus menjadi modal penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan adalah investasi yang manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang. Semakin baik kualitas pendidikan hari ini, semakin besar peluang kita melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gritalk  @2026. All Rights Reserved.