Kalbar

Ringankan Beban Belanja Warga, Pasar Murah Pontianak Sediakan 11.636 Paket Sembako

PONTIANAK – Selisih harga kebutuhan pokok menjadi daya tarik utama pasar murah dalam rangka Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Warga berbondong-bondong mendatangi Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (19/10/2026), untuk mendapatkan paket sembako dengan harga lebih terjangkau.

Satu paket sembako yang biasanya bernilai sekitar Rp120 ribu dijual seharga Rp85 ribu. Paket tersebut berisi beras premium lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram. Bagi masyarakat, selisih harga Rp35 ribu bukan sekadar potongan harga. Penghematan itu dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

Siti (43), warga Pontianak Tenggara, mengaku sengaja datang lebih awal agar kebagian paket sembako. Ia menilai pasar murah membantu meringankan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan pokok yang harus dibeli secara rutin.

“Kalau beras, minyak dan gula dibeli satu-satu sekarang lumayan juga. Di sini satu paket Rp85 ribu, jadi terasa sekali selisihnya. Bisa menghemat untuk kebutuhan lain,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rina (55). Menurutnya, pasar murah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih bersahabat. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan pada momentum hari jadi kota, tetapi juga dapat digelar secara berkala.

“Yang dicari memang kebutuhan sehari-hari. Tapi tadi ada telur, sayur dan bawang murah juga,” katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah harga normal. Kecamatan Pontianak Tenggara menjadi lokasi pertama dari rangkaian kegiatan yang akan menyasar enam kecamatan di Kota Pontianak.

“Kita ingin momentum Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak ini menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Di Pontianak Tenggara, pemerintah menyediakan 1.069 paket sembako. Pembelian dibatasi satu paket untuk setiap orang dengan menggunakan satu kupon agar distribusi lebih merata.

“Untuk Kecamatan Pontianak Tenggara tersedia 1.069 paket. Mekanismenya satu orang dengan satu kupon bisa membeli satu paket. Kita ingin pembagiannya lebih merata sehingga semakin banyak warga yang bisa mendapatkan,” kata Edi.

Selain paket sembako, puluhan pelaku usaha dan mitra pemerintah turut menawarkan berbagai komoditas dengan harga khusus. Minyak goreng, misalnya, dijual sekitar Rp14 ribu dari harga normal sekitar Rp19 ribu. Telur, sayuran, dan bawang juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

Edi menegaskan, kegiatan serupa akan dilanjutkan di lima kecamatan lainnya. Secara keseluruhan, Pemkot Pontianak menyiapkan 11.636 paket sembako untuk enam kecamatan.

Setelah Pontianak Tenggara, pasar murah dijadwalkan berlangsung di Pontianak Selatan pada Selasa (20/10/2026), Pontianak Kota pada Rabu (21/10/2026), Pontianak Barat pada Senin (26/10/2026), Pontianak Utara pada Selasa (27/10/2026), dan Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Ibrahim mengatakan, tingginya antusiasme warga menjadi perhatian pemerintah dalam pelaksanaan pasar murah berikutnya.

Menurutnya, pengaturan antrean dan ketersediaan stok perlu menjadi perhatian agar pelayanan berjalan tertib dan masyarakat memperoleh kesempatan yang adil untuk berbelanja.

“Setiap kita mengadakan operasi pasar atau pasar murah, antusiasme masyarakat memang luar biasa. Kita berharap stok yang tersedia bisa mencukupi warga yang datang dan mengantre,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dengan perbankan, badan usaha milik daerah, pelaku usaha, dan sektor pangan untuk mendukung keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Melalui pelaksanaan pasar murah di enam kecamatan, Pemkot Pontianak berharap manfaat program tidak hanya dirasakan warga di satu wilayah, tetapi menjangkau masyarakat lebih luas.

Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, kemudahan memperoleh bahan pokok dengan harga lebih rendah menjadi bentuk dukungan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (prokopim)

Back to top button