Kemendikdasmen Petakan 335 SMA Rusak Sedang di Kalbar, Bantuan Revitalisasi Diperluas

Kemendikdasmen Petakan 335 SMA Rusak Sedang di Kalbar, Bantuan Revitalisasi Diperluas
PONTIANAK – Pemerintah pusat terus memperluas program revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan. Pada 2026, sebanyak 81 satuan pendidikan di Kalbar telah mendapatkan program rehabilitasi dan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kondisi bangunan sekolah, terutama satuan pendidikan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Direktur SMA Kemendikdasmen RI, Yuli Haryanto, mengungkapkan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) per Oktober 2026, terdapat 335 dari total 492 satuan pendidikan jenjang SMA di Kalbar yang masuk kategori rusak sedang.
Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan sasaran program revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan semakin layak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
“Berdasarkan data Dapodik per Oktober 2026, ada 335 satuan pendidikan kategori rusak sedang. Artinya, sekolah dengan kondisi rusak sedang dan berat akan menjadi sasaran program revitalisasi kami,” ujar Yuli saat menghadiri Diskusi dan Berbagi Praktik Baik dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Bidang Pendidikan di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar.
Yuli mengatakan, jumlah sekolah penerima program revitalisasi di Kalbar diharapkan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang. Namun, peningkatan jumlah penerima bantuan tersebut juga bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah.
Pada 2026, penyaluran program dilakukan melalui beberapa tahapan penganggaran. Tahap pertama telah berjalan sekitar Maret, kemudian dilanjutkan melalui alokasi biaya tambahan (ABT) tahap pertama yang dicairkan pada Agustus.
Saat ini, Kemendikdasmen masih menunggu kepastian anggaran ABT tahap kedua. Jika anggaran tambahan tersebut tersedia, pihaknya akan mengupayakan bantuan revitalisasi bagi sekolah-sekolah yang telah diusulkan Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Kami berharap program revitalisasi sekolah di Kalbar dapat berjalan lancar dengan dukungan anggaran yang memadai, sehingga jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan bisa terus meningkat,” katanya.
Dua Usulan Sekolah Baru Diproses
Selain memperbaiki bangunan sekolah yang telah ada, pemerintah juga membuka peluang pembangunan unit sekolah baru (USB) untuk memperluas akses pendidikan di Kalbar.
Yuli menyebutkan, terdapat dua usulan pembangunan sekolah baru yang saat ini sedang diproses. Salah satunya berkaitan dengan SMA Negeri 14 yang telah memiliki siswa, tetapi belum mempunyai gedung sekolah sendiri.
Menurutnya, pemerintah pusat siap mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mengusulkan pembangunan unit sekolah baru untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan.
“Bahkan, tahun depan Provinsi Kalbar akan mengajukan pembangunan unit sekolah baru. Kami akan mendukung program tersebut untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kalbar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui program percepatan revitalisasi pendidikan yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai revitalisasi sekolah bukan hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan, melainkan juga upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok Kalbar.
Ria berharap program tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong semangat belajar siswa, serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda untuk meraih masa depan.
Kegiatan diskusi dan berbagi praktik baik tersebut turut dihadiri para kepala SMA negeri di Pontianak serta perwakilan pelajar dari setiap SMA penerima program revitalisasi. Diskusi dipandu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal.




